MUI Papua | Jayapura — Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat akan melaksanakan kunjungan kerja (kunker) sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) ke sejumlah MUI provinsi di Indonesia, termasuk MUI Provinsi Papua. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda rutin MUI Pusat untuk melihat perkembangan, capaian, serta berbagai tantangan yang dihadapi MUI di daerah.
Untuk MUI Provinsi Papua, kegiatan kunker dan monev dijadwalkan berlangsung pada 17–19 September 2026.
Berdasarkan surat Dewan Pimpinan MUI Pusat Nomor A-2614/DP-MUI/VIII/2026 tertanggal 27 Agustus 2026, rangkaian kunker dan monev MUI Provinsi se-Indonesia dilaksanakan pada September–Oktober 2026. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari koordinasi antara Koordinator Wilayah (Korwil) MUI Pusat dengan MUI Provinsi.
Sekretaris Umum MUI Provinsi Papua, Dr. H. Faisal Saleh, S.Ag.,M.HI, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan MUI Pusat ke daerah setiap dua tahun. Menurutnya, monitoring dan evaluasi diperlukan karena kondisi MUI di setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda.
“Kunker dan monev 17–19 September 2026 merupakan kegiatan rutin MUI Pusat ke daerah. Setiap dua tahun dilaksanakan monitoring dan kunjungan kerja MUI Pusat, salah satunya di MUI Provinsi Papua,” ujar Dr. Faisal.
Pra-Monev Diawali melalui Pertemuan Daring
Sebelum pelaksanaan kunker dan monev secara langsung ke daerah, rangkaian kegiatan Monev MUI 2026 telah diawali dengan kegiatan pra-monev melalui Zoom.
Pertemuan daring tersebut diikuti oleh Korwil MUI Pusat yang akan melaksanakan kunjungan kerja ke sejumlah MUI provinsi, yakni MUI Riau, MUI Jawa Barat, MUI Daerah Istimewa Yogyakarta, MUI Jawa Timur, MUI Nusa Tenggara Timur, MUI Kalimantan Selatan, MUI Kalimantan Timur, MUI Sulawesi Tengah, MUI Papua Selatan, dan MUI Papua.
Dari unsur daerah, kegiatan pra-monev juga dihadiri oleh Dewan Pimpinan MUI dari provinsi-provinsi yang menjadi lokasi kunker dan monev tersebut. Selain pimpinan DP MUI Provinsi, turut terlibat perwakilan KBL, Sekretariat MUI, serta Tim Monev dari masing-masing MUI provinsi.
Pertemuan tersebut juga melibatkan pimpinan Panitia Rakor, Kunker, dan Monev MUI Pusat, Tim Monev MUI Pusat yang ditugaskan ke masing-masing provinsi, serta Sekretariat Panitia MUI Pusat.
Pra-monev menjadi bagian dari persiapan sebelum tim MUI Pusat turun langsung ke daerah. Dalam agenda resmi MUI Pusat, masing-masing MUI provinsi memang diminta menyiapkan formulir monev agar ketika Tim Monev MUI Pusat datang, pembahasan dapat diarahkan pada koordinasi, konfirmasi, pelengkapan, dan pendalaman data.
Melihat Kondisi MUI di Berbagai Daerah
Dr. Faisal menjelaskan, salah satu tujuan utama monev adalah melihat secara langsung kondisi MUI di daerah. Perbedaan karakteristik wilayah Indonesia membuat setiap MUI provinsi memiliki situasi, tantangan, dan pola pengelolaan organisasi yang tidak selalu sama.
“Tujuannya untuk melihat keadaan MUI di daerah karena se-Indonesia memiliki perbedaan situasi, tata kelola, mungkin termasuk sumber pembiayaan dari tiap daerah,” jelasnya.
Karena itu, kegiatan monev tidak semata-mata dimaksudkan untuk menilai administrasi organisasi. Lebih dari itu, monitoring diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan MUI daerah secara menyeluruh, termasuk capaian program, tata kelola, serta berbagai persoalan yang masih dihadapi.
Dalam pelaksanaannya, MUI Provinsi diminta menyiapkan formulir monitoring dan evaluasi. Tim Monev MUI Pusat selanjutnya akan melakukan koordinasi, konfirmasi, pelengkapan, serta pendalaman terhadap data yang telah disampaikan oleh MUI provinsi.
“Untuk itu monev, apa capaian selama ini dan bagaimana ke depannya, dan kekurangan yang ada akan dievaluasi dan dicarikan solusi,” kata Dr. Faisal.
Rangkaian kegiatan juga dirancang untuk memperluas komunikasi dengan berbagai unsur umat Islam. MUI Pusat dan MUI daerah akan melakukan silaturahmi serta tukar pikiran dengan organisasi kemasyarakatan Islam, perguruan tinggi Islam, pesantren, lembaga ekonomi dan keuangan syariah, serta unsur umat Islam lainnya.
Dr. Faisal berharap seluruh rangkaian kegiatan kunker dan monev di MUI Provinsi Papua dapat berlangsung dengan baik dan memberikan manfaat bagi penguatan organisasi. “Semoga ini bisa berjalan lancar,” pungkasnya.[]